PERILAKU PENCARIAN
INFORMASI MENURUT DAVID ELLIS
Salah satu teori paling populer di kalangan
peneliti perilaku informasi (information behaviour) adalah teori karya
David Ellis (1987, 1989a, 1989b, 1990). Ia mengembangkan teori perilaku
pencarian informasi yang dikaitkannya secara langsung dengan sistem information retrieval.Berikut adalah rangkumannya:
1. dalam argumentasinya,
Ellis mengatakan bahwa perilaku lebih mudah ditelusuri daripada kognisi, dan
bahwa pendekatan perilaku lebih layak digunakan untuk mengembangkan sistem
daripada model kognitif.
2. Ada sebuah teori
untuk menjelaskan perilaku informasi secara umum dalam
bentuk serangkaian kegiatan yang terdiri dari:
Starting – terdiri dari
aktivitas-aktivitas yang memicu kegiatan pencarian informasi.
Chaining – kegiatan
mengikuti rangkaian sitasi, pengutipan atau bentuk-bentuk perujukan antar
dokumen lainnya.
Browsing – merawak,
mengembara tetapi dengan agak terarah, di wilayah-wilayah yang dianggap punya
potensi.
Differentiating – pemilahan,
menggunakan ciri-ciri di dalam sumber informasi sebagai patokan untuk memeriksa
kualitas isi/informasi.
Monitoring – memantau
perkembangan dengan berkonsentrasi pada beberapa sumber terpilih.
Extracting – secara
sistematis menggali di satu sumber untuk mengambil materi/informasi yang
dianggap penting.
3. Ellis menyatakan bahwa
enam butir di atas saling berkaitan untuk membentuk aneka pola
pencarian-informasi, dan seringkali bukan merupakan tahapan-tahapan yang
teratur. Selain itu, ia juga menemukan bahwa ada beberapa perbedaan di kalangan ilmuwan yang bergelut dengan bidang
berbeda. Misalnya, di kalangan peneliti budaya dan sastra ada tiga tambahan
kegiatan spesifik, yaitu Surveying – semacam upaya
‘mengenal medan’ dengan membaca berbagai literatur di suatu bidang atau topik
tertentu; Selection and sifting – semacam kegiatan
‘tebang pilih’ untuk menentukan sumber mana yang patut dicermati dan diikuti;
dan Assembly and dissemination – kegiatan menghimpun
materi tertulis untuk publikasi dan diseminasi.
4. Dalam
kehidupan yang sempurna, kebutuhan
informasi (information needs) sama
dengan keinginan informasi (information
wants), namun pada umumnya ada kendala
seperti ketiadaan waktu, kemampuan,
biaya, faktor fisik, dan faktor individu lainnya, ini menyebabkan tidak semua kebutuhan informasi menjadi
keinginan informasi. Jika seseorang sudah yakin bahwa suatu informasi
benar-benar diinginkan, maka keinginan informasi akan berubah menjadi permintaaan informasi (information demands).
5. Hal lain yang tak kalah pentingnya dari penelitian
dan teori Ellis ini adalah metode penelitian yang digunakannya. Ia
menggunakan metode yang dikenal dengan nama Grounded Theory atau biasa disingkat GT. Salah satu ciri penting dari metode GT
adalah penggunaan cara yang seksama untuk secara perlahan dan hati-hati ‘menyaring’ data dari lapangan,
memilah-milah dan mengaitkannya menjadi konsep yang semakin lama semakin
abstrak. Istilah grounded dalam
metode GT merujuk ke tekad peneliti
untuk ‘apa adanya’ dan selalu
menggunakan data lapangan yang benar-benar
ditemukan langsung.

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact