Kamis, 12 Desember 2013 0 komentar

PERILAKU PENCARIAN INFORMASI: DAVID ELLIS

PERILAKU PENCARIAN INFORMASI MENURUT DAVID ELLIS
Salah satu teori paling populer di kalangan peneliti perilaku informasi (information behaviour) adalah teori karya David Ellis (1987, 1989a, 1989b, 1990). Ia mengembangkan teori perilaku pencarian informasi yang dikaitkannya secara langsung dengan sistem information retrieval.Berikut adalah rangkumannya:
1. dalam argumentasinya, Ellis mengatakan bahwa perilaku lebih mudah ditelusuri daripada kognisi, dan bahwa pendekatan perilaku lebih layak digunakan untuk mengembangkan sistem daripada model kognitif.  
 2. Ada sebuah teori untuk menjelaskan perilaku informasi secara umum dalam bentuk serangkaian kegiatan yang terdiri dari:
Starting – terdiri dari aktivitas-aktivitas yang memicu kegiatan pencarian informasi. 
Chaining – kegiatan mengikuti rangkaian sitasi, pengutipan atau bentuk-bentuk perujukan antar dokumen lainnya. 
Browsing – merawak, mengembara tetapi dengan agak terarah, di wilayah-wilayah yang dianggap punya potensi. 
Differentiating – pemilahan, menggunakan ciri-ciri di dalam sumber informasi sebagai patokan untuk memeriksa kualitas isi/informasi. 
Monitoring – memantau perkembangan dengan berkonsentrasi pada beberapa sumber terpilih. 
Extracting – secara sistematis menggali di satu sumber untuk mengambil materi/informasi yang dianggap penting. 
3.      Ellis menyatakan bahwa enam butir di atas saling berkaitan untuk membentuk aneka pola pencarian-informasi, dan seringkali bukan merupakan tahapan-tahapan yang teratur. Selain itu, ia juga menemukan bahwa ada beberapa perbedaan di kalangan ilmuwan yang bergelut dengan bidang berbeda. Misalnya, di kalangan peneliti budaya dan sastra ada tiga tambahan kegiatan spesifik, yaitu Surveying – semacam upaya ‘mengenal medan’ dengan membaca berbagai literatur di suatu bidang atau topik tertentu; Selection and sifting – semacam kegiatan ‘tebang pilih’ untuk menentukan sumber mana yang patut dicermati dan diikuti; dan Assembly and dissemination – kegiatan menghimpun materi tertulis untuk publikasi dan diseminasi. 

4.      Dalam kehidupan yang sempurna, kebutuhan informasi (information needs) sama dengan keinginan informasi (information wants), namun pada umumnya ada kendala seperti ketiadaan waktu, kemampuan, biaya, faktor fisik, dan faktor individu lainnya, ini menyebabkan tidak semua kebutuhan informasi menjadi keinginan informasi. Jika seseorang sudah yakin bahwa suatu informasi benar-benar diinginkan, maka keinginan informasi akan berubah menjadi permintaaan informasi (information demands).

5.      Hal lain yang tak kalah pentingnya dari penelitian dan teori Ellis ini adalah metode penelitian yang digunakannya. Ia menggunakan metode yang dikenal dengan nama Grounded Theory atau biasa disingkat GT. Salah satu ciri penting dari metode GT adalah penggunaan cara yang seksama untuk secara perlahan dan hati-hati ‘menyaring’ data dari lapangan, memilah-milah dan mengaitkannya menjadi konsep yang semakin lama semakin abstrak. Istilah grounded dalam metode GT merujuk ke tekad peneliti untuk ‘apa adanya’ dan selalu menggunakan data lapangan yang benar-benar ditemukan langsung.




 
;