Rabu, 30 April 2014

STUDI PERBANDINGAN



STUDI PERBANDINGAN (KOMPARATIF)
A.    Konsep
Menurut Nazir (2005: 58) dalam Lestari (2013), penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Penelitian komparatif merupakan penelitian yang bersifat membandingkan. Penelitian inidilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Pada penelitian ini variabelnya masih mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu atau dalam waktu yang berbeda. Jadi, penelitian komparatif adalah jenis penelitian yang digunakan untuk membandingkan antara dua kelompok atau lebih dari suatu variabel tertentu.
Studi perbandingan atau studi komparatif umum dipergunakan oleh peneliti sosial dalam menyusun penelitian ilmiah dengan generalisasi penelitian yang lintas batas dan tidak cenderung pada etnik budaya sosial suatu masyarakat tertentu (Bahry, 1995) dalam Kinanti (2013). Studi perbandingan tidak berfokus pada variabel mikro yang menjadi fokus level of analysis. Apabila level analisis berfokus pada variabel-variabel non-sistemik seperti individu dan negara, studi perbandingan berfokus pada variabel yang bersifat sistemik, yaitu variabel yang lebih makro. Hal ini dikarenakan sistem yang bersifat lebih general dan luas apabila dibandingkan dengan variabel lainnya. Studi perbandingan lebih menekankan observasi sosial yang bersifat tidak terbatas pada satu territorial tertentu (Lipjhart, 1975) dalam Kinanti (2013).
Studi perbandingan membantu observator untuk menghubungkan konsep yang membentuk teori dengan indikator yang dapat diamati, memahami ekspektasi teori yang terbentuk dan menjelaskan apakah teori tersebut dapat dimaterialkan sesuai ekspektasi (Hermann, 2002) dalam Kinanti (2013). Kasus diteliti dan diperbandingkan dalam studi kasus untuk diinterpretasikan oleh peneliti, sementara dalam studi perbandingan, generalisasi yang dilakukan lebih besar karena dapat dilakukan diluar kasus yang terbatas untuk pengumpulan data. Dalam studi kasus peneliti mengkhususkan kasus yang dipilih untuk membantu eksplanasi data penelitian, sementara dalam studi perbandingan, peneliti berfokus pada interpretasi dan pencarian aspek apa dan bagaimana di dalam kasus-kasus tersebut.
            Bahry (1995) dalam Kinanti (2013), menjelaskan bahwa untuk melakukan studi perbandingan seorang peneliti diharuskan untuk meneliti dengan interpretasi personal, setelah menentukan pertanyaan permasalahan apa yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian dan menetapkan variabel serta indikator apa saja didalam masing-masing kasus yang ingin diperbandingkan dan dicari persamaan serta perbedaannya. Dari beberapa aspek tersebut kemudian generalisasi dilakukan, dan proses penelitian akan dimulai sehingga peneliti mendapatkan jawaban pertanyaan apa dan mengapa yang ia ingin cari melalui perbandingan kasus-kasus tersebut.
            Kajian kausal-komparatif khusus disusun untuk menentukan hubungan yang ada antara beberapa factor, variable atau dimensi dengan tujuan menjelaskan hubungan atau saling ketergantungan. Contoh, penelitian mengenai hubungan antara tingkat merokok dengan kesehatan. Dalam hal ini ferkuensi dan volume dua variable dalam populasi sampel dikaji untuk menentukan apakah tingkat merokok dengan kesehatan berhubungan.bedanya dengan korelasi adalah kalau korelasi mencari tinggi rendahnya hubungan, sedangkan kausal komparatif adalah ada tidaknya hubungan (Sulistyo-Basuki, 2006).
            Dapat  disimpulkan bahwa studi komparatif berguna dalam penelitian apabila penulis telah memfokuskan penelitiannya pada perbandingan kasus-kasus yang serupa namun berbeda. Bukan menggunakan kasus sebagai eksplanasi data dari penelitian yang ia lakukan. Penulis menyimpulkan bahwa studi perbandingan memiliki criteria yang lebih luas dari level analisis, yakni dengan variabel makro yang lebih general. Studi perbandingan dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan dan menjawab pertanyaan apa dan bagaimana ia yang ia ingin temukan dalam kasus-kasus tersebut. http://fellinkinanti-fisip10.web.unair.ac.id/artikel_detail-70905-Metode%20Analisis%20Hubungan%20Internasional-Studi%20Perbandingan.html
B.     Contoh-contoh :
1.      Penelitian mengenai factor-faktor yang menjadi cirri-ciri pribadi yang gampang dan tidak gampang mendapat kecelakaan dengan menggunakan data yang berwujud catatan-catatan yang ada pada perusahaan asuransi.
2.      Mencari pola tingkah laku dan prestasi belajar yang berkaitan dengan perbedaan umur pada waktu masuk sekolah, dengan cara menggunakan data deskriptif mengenai tingkah laku dan skor tes prestasi belajar yang terkumpul sampai anak-anak yang bersangkutan klas 6 SD.
3.      Penelitian untuk menentukan cirri-ciri guru yang efektif dengan mempergunakan data yang berupa catatan mengenai sejarah pekerjaan selengkap mungkin.
C.    Ciri-ciri pokok :
Penelitian kausal-komparatif bersifat eks pos facto, artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung ( lewat ). Peneliti mengambil satu atau lebih akibat ( sebagai “dependent variables”  ) dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lampau untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan, dan maknanya.

Keunggulan-keunggulan
1.      Metode kausal-komparatif adalah baik untuk berbagai keadaan kalau metode yang lebih kuat, yaitu metode eksperimental, tak dapat digunakan :
a.       Apabila tidak selalu meungkin untuk memilih, mengontrol, dan memanipulasikan factor-faktor yang perlu untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat secara langsung.
b.      Apabila pengontrolan terhadap semua variable kecuali variable bebas sangat tidak realistic dan dibuat-buat, yang mencegah interaksi normal dengan lain-lain variable yang berpengaruh.
c.       Apabila control dilaboratorium untuk berbagai tujuan penelitian adalah tidak praktis, terlalu mahal, atau dipandang dari segi etika diragukan/dipertanyakan.
2.      Studi kausal-komparatif menghasilkan informasi yang sangat berguna mengenai sifat-sifat gejala yang dipersoalkan : apa sejalan dengan apa, dalam kondisi apa, pada perurutan dan pola yang bagaimana, dan sejenis dengan itu.
Kelemahan-kelemahan
1.      Sukar untuk memperoleh kepastian bahwa factor-faktor penyebab yang relevan telah benar-benar tercakup dalam kelompok factor-faktor yang sedang diselidiki.
2.      Kenyataan bahwa factor penyebab bukanlah factor tunggal, melainkan kombinasi dan interaksi antara beebagai factor  dalam kondisi tertentu untuk menghasilkan efek yang disaksikan, menyebabkan soalnya sangat kompleks.
3.      Suatu gejala mungkin tidak hanya merupakan akibat dari sebab-sebab ganda, tetapi dapat pula disebakan oleh suatu sebab pada kejadian tertentu dan oleh lain sebab pada kejadian lain.


D.    Langkah-langkah pokok
Langkah-langkah pokok dalam penelitian komparasi adalah:
1.      Definisikan masalah
2.      Melakukan penelaahan kepustakaan
3.      Rumuskan hipotesis-hipotesis
4.      Rumuskan asumsi-asumsi  yang mendasari  hipotesis-hipotesis itu serta prosedur-prosedur yang akan digunakan.
5.      Rancang cara pendekekatannya:
a.       Pilihlah subyek-subyek yang akan digunakan serta sumber-sumber yang relevan;
b.      Pilihlah atau susunlah teknik yang akan digunakan untuk megumpulkan data.
c.       Tentukan kategori-kategori untuk mengklasifikasikan data yang jelas sesuai dengan tujuan studi dan dapat menunjukan kesamaan atau salaing berhubungan.
6.      Validasikan teknik untuk mengumpulkan data itu dan interpretasikan hasilnya dalam cara yang jelas dan cermat.
7.      Kumpulkan dan analisis data.
8.      Susun laporannya.
E.     Contoh judul penelitian perbandingan
Beberapa contoh judul penelitian perbandingan/komparatif adalah:
§  “PERBEDAAN KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING YANG LULUS SERTIFIKASI MELALUI JALUR PORTOFOLIO DENGAN PLPG DI SMA NEGERI SE KABUPATEN SEMARANG”. http://lestarysnote.blogspot.com/2013/10/penelitian-komparatif.html
§  “STUDI KOMPARATIF KINERJA GURU YANG BELUM SERTIFIKASI DENGAN GURU YANG SUDAH SERTIFIKASI DI SMP NEGERI SE-KOMISARIAT KARAWANG KOTA”. http://judulskripsita.com/tag/studi-komparatif









DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Dian. 2012. “Kumpulan 50 Judul Skripsi Administrasi Pendidikan”. http://judulskripsita.com/tag/studi-komparatif. Diakses 24 April 2014. Jam 07.44



Sulistyo-Basuki. 2006. Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Suryabrata, Sumadi. 2013. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali Pers.








0 komentar:

Posting Komentar

 
;