Jumat, 18 April 2014

SISTEM JARINGAN PERPUSTAKAAN NON TERPIMPIN



CONTOH PROGRAM KERJA DAN SISTEM KERJASAMA PERPUSTAKAAN DENGAN JARINGAN NON TERPIMPIN
A.    Pengertian
Jaringan non terpimpin merupakan bentuk jaringan tanpa ada pusat pengaruh komunikasi atau “Distributed Network”.
B.     Kelebihan dan kelemahan
Kelebihan :
·        dapat langsung melakukan kerjasama antar anggota
·        Langsung bias mencari jaringan tanpa hambatan
·        Pengambilan keputusan secara konsessis.
Kelemahan :
·        Tidak adanya coordinator
·        Terjadi kebingungan siapa yang menentukan keputusan
C.     Contoh kegiatan perpustakaan dengan jaringan non terpimpin
Proker dan kerjasama yang dilakukan oleh pustakawan perpustakaan SMP N 1 KUDUS periode 2013

NO
NAMA KEGIATAN
DESKRIPSI
REKAN KERJA
WAKTU DAN TEMPAT
TARGET
SUMBER DANA
1.
Silang Kunjung
Pustakawan SMP N 1 Undaan berkunjung ke perpustakaan Sekolah lain di Kecamatan Undaan
Perpustakaan Sekolah di Seluruh Kec. Undaan
Sebulan Sekali Setiap minggu pertama setelah upacara bendera pada hari senin
Setiap bulan berkunjung ke perpustakaan Sekolah lain kemudian saling berbagi informasi.
Dana Akomodasi dg uang Pribadi.
2.
Ghatering
Kumpul bersama pustakawan seluruh kec.Undaan.
pelopor perkumpulan pustakawan di kab.Undaan yang baru saja dibentuk.
Seluruh Perpustakaan Kec.Undaan
Tuan Rumah: setiap Perpustakaan bergiliran mjd tuan rumah.
Pelaksanaan: setiap minggu Ketiga.
Setiap pertemuan menghasilkan ilmu seperti pengkatalogan yang baik dan benar,Pengenalan sistem automasi, Pencarian sumber dana, Tukar proker.Dll
Masing masing perpustakaan
3.
Copy Koleksi
Antar perpustakaan bisa saling meminjamkan koleksi untuk difotocopi guna melengkapi koleksi mereka yang masih kurang karena keterbatasan buku atau keterbatasan dana u/ membeli buku.
Seluruh Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama
Sesuai Permintaan
Permintaan terpenuhi sesuai koleksi yang ada
Perpustakaan ybs.

Berdasarkan Proker nomor proker diatas yaitu silang kunjung, gathering dan copy koleksi, Kerjasama yang dilakukan oleh Perpustakaan SMP N 1 Kudus yang berdasarkan rekomendasi kerjasama antar perpustakaan se kec.Undaan yang bersifat Jaringan Non Terpimpin seperti gambar di bawah ini, dimana seluruh kegiatan menjadi tanggungjawab bersama dan untuk bersama. Jaringan kerjasama ini bernama KLS Group (Kudus Library School Group).
Kerjasama yang dilakukan perpustakaan sekolah SD, SMP, SMA seluruh kec.Undaan yang diharapkan menjadi pelopor perkumpulan Perpustakaan sekolah sekecamatan Undaan ini telah memiliki beberapa aturan bersama. Menurut pembatasan kawasan, kerjasama ini tidak terkendala dengan geografis karena masih dalam satu wilayah. Adapun Aturan yang mengikat dan visi misi jaringan ini. Syarat anggotanya pun termasuk simpel. Kegiatan yang diagendakan sudah berjalan dengan baik.
Berikut Gambaran Umum Jaringan Kerjasama Perpustakaan pada KLS Group
Aturan :
  1. Anggota KLS Group yaitu Perpustakaan Sekolah SD, SMP, SMA Negeri dan Swasta di Kec.Undaan
  2. Anggota KLS Group minimal mengirimkan 1 perwakilannya untuk menjadi pengurus KLS Group.
  3. Iuran Wajib Rp 5.000,00/bln setiap pustakawan untuk konsumsi.
  4. Bersedia menjadi Tuan Rumah bergilir untuk kegiatan gathering.
  5. Pustakawan yang menjadi pengurus minimal lulus jenjang D-2
Visi : menjadikan perpustakaan sekolah yang mampu menumbuhkan sikap rajin berkunjung dan gemar membaca.
Misi:
  1. Melengkapi Perpustakaan Dengan Sumber-sumber Terbaru dan Terbaik.
  2. Memberikan Pelayanan Terbaik Untuk Kepuasan Seluruh Masyarakat Sekolah.
Syarat Anggota: Perpustakaan Sekolah SD, SMP, SMA Negeri atau swasta Undaan
Stuktur Organisasi:
Ket:
Garis Instruksi: yang bergaris lurus dengan anak panah.
Garis Koordinasi: yang garis putus-putus.
Kegiatan:
  1. Gathering setiap bulan sekali spt proker no 2 diatas.
  2. Copy Koleksi seperti proker no 3
  3. setiap perpustakaan diperbolehkan saling berkunjung seperti proker no 1
  4. Serta Lomba menggambar, macapat, puisi, dll tiap semester.
Jenis jaringan ini bersifat tunggal karena melibatkan satu jenis perpustakaan saja.  Dalam jaringan ini memiliki target:
  1. Tukar menukar informasi tentang perpustakaan.
  2. Pemenuhan koleksi sesuai kebutuhan sekolah masing-masing.
  3. Penambah sumber-sumber informasi.
  4. Hemat biaya-biaya .
  5. Menjadikan masyarakat sekolah rajin berkunjung dan gemar membaca.
  6. Menjadikan perpustakaan sebagai sarana rekreasi.


0 komentar:

Posting Komentar

 
;