CONTOH PROGRAM KERJA DAN SISTEM
KERJASAMA PERPUSTAKAAN DENGAN JARINGAN NON TERPIMPIN
A.
Pengertian
Jaringan
non terpimpin merupakan bentuk jaringan tanpa ada pusat pengaruh komunikasi
atau “Distributed Network”.
B.
Kelebihan dan
kelemahan
Kelebihan
:
·
dapat langsung
melakukan kerjasama antar anggota
·
Langsung bias
mencari jaringan tanpa hambatan
·
Pengambilan
keputusan secara konsessis.
Kelemahan
:
·
Tidak adanya
coordinator
·
Terjadi
kebingungan siapa yang menentukan keputusan
C.
Contoh kegiatan
perpustakaan dengan jaringan non terpimpin
Proker
dan kerjasama yang dilakukan oleh pustakawan perpustakaan SMP N 1 KUDUS periode
2013
|
NO
|
NAMA
KEGIATAN
|
DESKRIPSI
|
REKAN
KERJA
|
WAKTU
DAN TEMPAT
|
TARGET
|
SUMBER
DANA
|
|
1.
|
Silang Kunjung
|
Pustakawan SMP N 1
Undaan berkunjung ke perpustakaan Sekolah lain di Kecamatan Undaan
|
Perpustakaan Sekolah
di Seluruh Kec. Undaan
|
Sebulan Sekali Setiap minggu pertama setelah
upacara bendera pada hari senin
|
Setiap bulan
berkunjung ke perpustakaan Sekolah lain kemudian saling berbagi informasi.
|
Dana Akomodasi dg
uang Pribadi.
|
|
2.
|
Ghatering
|
Kumpul bersama
pustakawan seluruh kec.Undaan.
pelopor perkumpulan pustakawan di kab.Undaan yang baru saja dibentuk. |
Seluruh Perpustakaan
Kec.Undaan
|
Tuan Rumah: setiap
Perpustakaan bergiliran mjd tuan rumah.
Pelaksanaan: setiap
minggu Ketiga.
|
Setiap pertemuan
menghasilkan ilmu seperti pengkatalogan yang baik dan benar,Pengenalan sistem
automasi, Pencarian sumber dana, Tukar proker.Dll
|
Masing masing
perpustakaan
|
|
3.
|
Copy Koleksi
|
Antar perpustakaan
bisa saling meminjamkan koleksi untuk difotocopi guna melengkapi koleksi
mereka yang masih kurang karena keterbatasan buku atau keterbatasan dana u/
membeli buku.
|
Seluruh Perpustakaan
Sekolah Menengah Pertama
|
Sesuai Permintaan
|
Permintaan terpenuhi
sesuai koleksi yang ada
|
Perpustakaan ybs.
|
Berdasarkan
Proker nomor proker diatas yaitu silang kunjung, gathering dan copy koleksi,
Kerjasama yang dilakukan oleh Perpustakaan SMP N 1 Kudus yang berdasarkan
rekomendasi kerjasama antar perpustakaan se kec.Undaan yang bersifat Jaringan
Non Terpimpin seperti gambar di bawah ini, dimana seluruh kegiatan menjadi
tanggungjawab bersama dan untuk bersama. Jaringan kerjasama ini bernama KLS
Group (Kudus Library School Group).

Kerjasama yang dilakukan perpustakaan sekolah SD, SMP, SMA
seluruh kec.Undaan yang diharapkan menjadi pelopor perkumpulan Perpustakaan
sekolah sekecamatan Undaan ini telah memiliki beberapa aturan bersama. Menurut
pembatasan kawasan, kerjasama ini tidak terkendala dengan geografis karena
masih dalam satu wilayah. Adapun Aturan yang mengikat dan visi misi jaringan
ini. Syarat anggotanya pun termasuk simpel. Kegiatan yang diagendakan sudah
berjalan dengan baik.
Berikut
Gambaran Umum Jaringan Kerjasama Perpustakaan pada KLS Group
Aturan
:
- Anggota KLS Group yaitu Perpustakaan Sekolah SD, SMP, SMA Negeri dan Swasta di Kec.Undaan
- Anggota KLS Group minimal mengirimkan 1 perwakilannya untuk menjadi pengurus KLS Group.
- Iuran Wajib Rp 5.000,00/bln setiap pustakawan untuk konsumsi.
- Bersedia menjadi Tuan Rumah bergilir untuk kegiatan gathering.
- Pustakawan yang menjadi pengurus minimal lulus jenjang D-2
Visi
: menjadikan perpustakaan sekolah yang mampu menumbuhkan sikap rajin berkunjung
dan gemar membaca.
Misi:
- Melengkapi Perpustakaan Dengan Sumber-sumber Terbaru dan Terbaik.
- Memberikan Pelayanan Terbaik Untuk Kepuasan Seluruh Masyarakat Sekolah.
Syarat
Anggota: Perpustakaan Sekolah SD, SMP, SMA Negeri atau swasta Undaan
Stuktur
Organisasi:
Ket:
Garis
Instruksi: yang bergaris lurus dengan anak panah.
Garis
Koordinasi: yang garis putus-putus.
Kegiatan:
- Gathering setiap bulan sekali spt proker no 2 diatas.
- Copy Koleksi seperti proker no 3
- setiap perpustakaan diperbolehkan saling berkunjung seperti proker no 1
- Serta Lomba menggambar, macapat, puisi, dll tiap semester.
Jenis
jaringan ini bersifat tunggal karena melibatkan satu jenis perpustakaan saja.
Dalam jaringan ini memiliki target:
- Tukar menukar informasi tentang perpustakaan.
- Pemenuhan koleksi sesuai kebutuhan sekolah masing-masing.
- Penambah sumber-sumber informasi.
- Hemat biaya-biaya .
- Menjadikan masyarakat sekolah rajin berkunjung dan gemar membaca.
- Menjadikan perpustakaan sebagai sarana rekreasi.


0 komentar:
Posting Komentar