Rabu, 15 Januari 2014 0 komentar

PELANTIKAN SEMA DAN BEM FIB UNDIP 2014



1520691_10202899820405290_524925406_n.jpg“Menengok Sebentar Prosesi Pelantikan Badan Legislatif dan Eksekutif SEMA dan BEM FIB Universitas Diponegoro 2014”

oleh : Arina Faila Saufa

“setiap awal pasti ada akhir”. Itulah yang sering didengar oleh telinga kita. Iya, apapun yang diawali pasti juga akan diakhiri. Begitu juga dengan organisasi. Ketika kita harus melantik yang baru, kita juga harus men-demisionerkan yang lama. Seperti yang terjadi kemaren 15 Januari 2014 di Ruang Teater FIB UNDIP pukul 10.00-12.00 WIB. Ada apakah waktu itu?
Yups, Senat Mahasiswa (SEMA) dan Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya UNDIP masa bakti 2014 telah resmi dilantik oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Agus Maladi Irianto dengan didampingi segenap jajaran Pembantu Dekan dan beberapa Kajur (Ketua Jurusan) FIB UNDIP. Prosesi pelantikan yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Raya (KPR) yang terbentuk untuk proses pemilihan dan penghitungan suara SEMA dan BEM 2014 berlangsung dengan lancar dan khidmat. Telah hadir juga perwakilan dari tiap-tiap UKM dan HMJ yang menjadikan acara tersebut lebih meriah.
Proses pelantikan kali ini diawali dengan sambutan dari ketua KPR 2013 “welling”, panggilan akrabnya yang menyampaikan laporan pertanggungjawaban terkait dengan hasil pemilihan raya SEMA dan BEM FIB yang berlangsung pada bulan Desember 2013 lalu sampai dengan terpilihnya ………………..sebagai ketua SEMA 2014 serta pasangan “DIRHAM” Dinar dan Hamam sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden 2014. Setelah itu, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan SEMA dan kemudian disambung  dengan pelantikan BEM. Setelah berlangsungnya pelantikan, ada penyampaian pidato perdana dari ketua SEMA dan BEM yang keduanya menyampaikan visi, misi serta harapan satu tahun kepengurusan ke depan. “pengurus BEM FIB UNDIP periode kali ini diberi nama dengan KABINET NUSANTARA: sinergisitas tanpa batas”, Ujar Dinar Presiden BEM. “Dalam kepengurusan BEM tahun ini DIRHAM beserta seluruh jajaran kabinet nusantara mempunyai harapan besar terkait misinya yaitu ‘kerakyatan’. Dengan lahirnya kabinet nusantara ini diharapakan kita sebagai keluarga besar Fakultas Ilmu Budaya UNDIP dapat merangkul semuanya baik mereka yang independen atapun golongan. Semuanya satu, yaitu Fakultas Ilmu Budaya. Dengan itu maka tidak aka ada persaingan atau hanya memangku satu golongan”, tambah penjelasan dari Dinar. Dalam kepengurusan kabinet nusantara BEM FIB UNDIP tahun ini, juga melahirkan ide-ide baru terkait dengan memunculkan beberapa kementrian dan biro baru. Ini diharapkan agar kerja BEM bisa lebih mudah, terorganisir, dan sinergis. Semoga kepengurusan SEMA dan BEM FIB UNDIP masa bakti 2014 ini bisa lebih baik dari sebelumnya, bisa menjalankan amanah yang di-embannya, dan bisa melaksanakan visi misi serta tidak lupa untuk mensejahterakan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya. Sukses buat kita semua.
Selasa, 14 Januari 2014 0 komentar

PUISI ROMANTIS UNTUKMU SANG KEKASIH

AKU, KAMU, DAN KITA

Oleh : Arina Faila Saufa

tak mudah untuk mengenalmu apalagi mendekatimu
kenal untuk menjadi dekat, untuk kamu itu asing
bagimu sebatas kenal itu lebih dari sudah
tak ada yang bisa mendekap, bahkan untuk merengkuh saja tak mudah

semua itu biasa, waktu itu dan dulu
tapi sekarang dan dulu serta waktu itu sudah beda
sekarang lebih dari dulu dan waktu itu
dan mungkin nantipun juga akan berbeda dari sekarang

tiada yang sangka aku dan kamu menjadi 'kita' sekarang
cara kita menjadi 'kita' pun sungguh indah
jangan bilang itu karena biasa dan kebiasaan untuk bersama
tapi katakanlah, itu anugerah Tuhan yang dengan cara-Nya menjadikan 'kita'

'kita' akan menjadi indah dengan cara-Nya
'kita' akan bahagia dengan rahmat-Nya
'kita' juga akan abadi karena-Nya

tak mungkin tak ada alasan kita dipertemukan
Tuhan pasti punya tujuan
untuk aku kamu menjadi 'kita' dengan 2 insan
semoga akan dijaga oleh Tuhan...
aku sayang kamu


Sabtu, 11 Januari 2014 0 komentar

Teori-teori Kajian Pemakai dari Para Ahli



Teori Kajian Pemakai


oleh : Arina Faila Saufa

1. Pengertian
  • Powell (1994:21-34), menggunakan dua istilah untuk mengkaji pemakai, yaitu House of Survey User (pemakai yang sudah menjadi anggota) dan Community Analysis(pemakai yang menjadi anggota ataupun tidak).
  • Sulistyo-Basuki, membagi jenis pemakai menjadi tiga kelompok berdasarkan sosio-professional (pekerjaan) yaitu: a. pemakai yang belum terlibat dalam kehidupan aktif dalam pencarian infromasi. ex: mahasiswa. b. pemakai yang mempunyai pekerjaan tetap, dan bidang spesialis tertentu. ex: pegawai negeri, dosen, dokter, dll. c. pemakai umum yang memrlukan informasi umum untuk keperluan khusus.
  • Suyanto dalam Suwanto (2000, 382-391) user studies merupakan kajian secara sistematis terhadap karakteristik dan perilaku pemakai informasi berkenaan dengan interaksinya dengan sistem informasi. 
  • White (1993), sebuah kajian bisa dinamakan sebagaikajian pemakai apabila kajian tersebut merupakan kajian yang tidak terfokus pada apa yang dikerjakan oleh perpustakaan tetapi pada apa yang dilakukan oleh pencari informasi, artinya yang dikaji adalah orang-orang yang membutuhkan informasi bukan pada lembaganya.
  • Savoleinen (dalam Vakkari dan Cronin, 1992:153) kegiatan pencarian dan penggunaan informasi serta penciptaan dan pengolahannya adalah kegiatan Sense-making yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan ekstrenal individu yang bersifat subyektif. sedangkan kajian pemakai adalah kegiatan terhadap faktor-faktor internal dan eksternal tersebut untuk menyibak kegiatan sense-making.
2.  teori dari para ahli
  •  Belkin (1985: 11-19) bahwa kebutuhan informasi muncul karena adanya kesenjangan dalam struktur pengetahuan manusia dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. kesenjangan ini disebut dengan Anomalous State of Knowledge (ASK). dan kesenjangan inilah yang akhirnya mendorong manusia untuk mencari infromasi guna memenuhi kebutuhannya.
  • Khulthau (1991:362) dalam pencarian infromasi dikenal adanya rangkaian aktivitas yang dinamakan Information Searching Process. aktivitas tersebut adalah : inisiasi, seleksi, eksplorasi, formulasi, koleksi, presentasi.
  • Wilson (2000:49) perilaku pencarian informasi adalah perilaku pencarian tingkat mikro yang ditunjukkan seseorang ketika berinteraksi dengan semua jenis sitem informasi. semakin tinggi kebutuhan akan informasi yang diinginkan, semakin tinggi pula pencarian informasi yang dilakukan.
  • Ford, tujuan Kajian Pemakai adalah untuk memahami proses perpindahan informasi dan semua implikasinya untuk semua bentuk lembaga informasi dan penyebaran informasi yang berhubungan dengan sistem, menkelaskan fenomena yang dikaji, memahami perilaku pemakai, memperkirakan dan mengantisipasi perilaku pemakai, mengontrol fenomena dan menumbuhkan pemanfaatan informasi dan memanipulasi kondisi-kondisi yang dianggap penting.
 
;