Jumat, 18 April 2014

TEORI DESAIN PERPUSTAKAAN: 10 dasar perencanaan dan desain perpustakaan



10 Dasar Perencanaan dan Desain Perpustakaan
A.     Aspek Gedung
Dalam pembangunan sebuah perpustakaan harus diperhatikan beberapa aspek. Ada beberapa kriteria bagus yang harus diterapkan, yaitu dengan memperhatikan aspek dari dalam dan aspek dari luar. Aspek dari dalam, hendaknya sebisa mungkin harus menciptakan perpustakaan dengan suasana yang efektif, efisien, dan aman bagi pengguna. Sedangkan aspek luar, hendaknya harus menciptakan perpustakaan yang aman dari berbagai macam bahaya termasuk bencana alam sepserti gempa, banjir, dll.
Menurut Faulkner-Brown’s Ten Commandments, ada 10 kriteria yang bagus dalam perencanaan perpustakaan, yaitu :
1.      Fleksibel
Tatanan ruang, struktur, dan layanan di perpustakaan dapat dengan mudah dirubah dan adaptasikan sesuai dengan kebutuhan guna memenuhi tuntutan layanan bagi pengguna yang bervariasi.
2.      Padu atau tersusun dengan bagus
Memberikan cukup ruangan untuk penempatan koleksi dan pergerakan pengguna serta pustakawan atau petugas agar tidak kekurangan ruang atau tidak berdesakan sehingga tidak mengganggu aktivitas satu dengan lainnya.
3.      Kemudahan akses
Kemudahan akses mulai dari lingkungan di luar gedung perpustakaan dan dari pintu masuk perpustakaan menuju seluruh bagian bangunan perpustakaan harus benar-benar diperhatikan. Karena akan berpengaruh dalam pelaksanaan akses fasilitas perpustakaan bagi pengguna.
4.      Berkembang
Bangunan dapat diperluas dan dikembangkan dikemudian hari dengan tanpa merubah keseluruhan gedung yaitu dengan mengembangkan kesamping atau diperluas dan bisa juga dikembangkan ke atas dengan menambah jumlah lantai.
5.      Bermacam-macam
Variasi dari perpustakaan adalah suasana yang paling penting. Ada banyak variasi suasana untuk mengatasi kebutuhan pengguna yang mempunyai motif berbeda-beda. Sebuah perpustakaan harus memaksakan dengan mengkonfrontasi antara buku dan pembaca. Untuk lebih mengorganisasi perpustakaan, yang lebih sederhana dan mudah dalam mengakses koleksi, bahan cetak atau noncetak. Ini bisa jadi penerimaan yang lebih baik dari pengorganisasian perpustakaan.
6.      Terorganisir
Tata ruang perpustakaan itu sangat penting dalam pengorganisasian layanan dan koleksi supaya dapat diakses dan tersedia dengan mudah. Seperti penempatan antara koleksi dan ruang baca harus disesuaikan agar tidak menyulitkan pengguna.
7.      Kenyamanan
Berkaitan dengan lingkungan internal perpustakaan, udara segar, suhu yang konstan, pencahayaan, dan kelembaban yang akan  mendukung efisiensi penggunaan perpustakaan .
8.      Lingkungan yang konstan
Suhu ruangan sekitar 20 0  dan tingkat kelembaban relative 50% dianggap sesuai untuk menjaga kondisi koleksi sekaligus memberi kenyamanan untuk pengguna dan staf. Selain itu sirkulasi udara juga dianggap perlu untuk dijaga.
9.      Keamanan
Keamanan harus dipehatikan baik untuk koleksi maupun untuk pengguna dan staf.  Itu dapat dilakukan dengan menggunakan system keamanan seperti jendela harus ditutup atau dengan alat security gate, dll. Upaya itu dilakukan untuk menjaga koleksi perpustakaan agar tidak dicuri dan menjaga staf dan pengguna dari bahaya baik dari dalam maupun dari luar perpustakaan.
10.  Ekonomis untuk dibangun dan pemeliharaan
Desain perpustakaan yang dibuat sebisa mungkin tetap mempertimbangkan segi biaya yang akan dihabiskan. Biaya yang ekonomis dengan fasilitas yang baik akan berpengaruh pada hasil akhir pembangunan perpustakaan.



0 komentar:

Posting Komentar

 
;